Urgensi Komunikasi dalam Penanganan Bahaya Kebakaran dan Bencana

IMG_1181Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin “communication” yang berarti “pemberitahuan” atau “pertukaran pikiran”. Istilah “communication” bersumber dari kata “communis” yang berarti “sama”. Pengertian “sama” di sini adalah “sama dalam makna”. Dengan demikian, orang melakukan komunikasi bertujuan untuk menyamakan makna. Ada tujuh kegiatan di lokasi kebakaran dan penanggulangan bencana yang dapat meningkatkan efektifitas operasi di tempat kebakaran, antara lain:
– Action
– Coordination
– Organization
– Planning
– Communication
– Safety
– Responsibility
Dalam artikel ini akan dibahas salah satu, yaitu Communication (Komunikasi).

Komunikasi dalam suatu operasi pemadaman kebakaran atau operasi-operasi lainnya adalah sangat penting, karena akan terjadi “two way traffic communication”, artinya, komunikasi dari pimpinan ke bawahan dan dari bawahan ke pimpinan (model imbal balik). Dalam operasi pemadaman kebakaran, komunikasi dari pimpinan adalah perintah, instruksi, petunjuk, informasi, dan lain-lain. Sebaliknya, komunikasi dari bawahan berupa permintaan, laporan dan sebagainya. Pentingnya Komunikasi dalam Kegiatan Operasi Pemadaman Kebakaran sangat terasa karena setiap informasi yang disampaikan dalam keadaan darurat menjadi sumber pengambilan keputusan dan tindakan dalam waktu yang mendesak seiring perkembangan kejadian. Salah satu alat komunikasi yangsangat diandalkan dalam kegiatan operasi penyelamatan dan penanggulangan bencana adalah Radio Komunikasi, berupa Handy Talky (HT) dan Rig. Banyak kejadian-kejadian yang dialami, antara lain, buruknya alat komunikasi dan terjadinya komunikasi vertical yang tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di TKP. Buruknya komunikasi radio komunikasi, handy talkie, sangat berpengaruh dalam proses operasi pemadaman kebakaran dan dapat mengakibatkan kerugian bagi masyarakat serta dapat membahayakan keselamatan petugas pemadam kebakaran. Artinya, pada saat petugas sedang melakukan kordinasi, tiba-tiba saja radio komunikasi tidak berfungsi. Akibatnya, seluruh operasi terganggu dan dapat membahayakan bagi petugas-petugas pemadam kebakaran.

Pengendalian terhadap pasukan yang dilakukan oleh seorang Komandan insiden (Incident Commander – IC ) haruslah menjadi titik perhatian utama, sebab kadang-kadang personil anggota dilapangan berinisiatif tetapi dapat membahayakan jiwa mereka. Tentu sangat mengganggu, tatkala tengah berkordinasi dengan bawahan di berbagai posisi di TKP, tiba-tiba saja handy talkie tidak berfungsi. Namun demikian, segala upaya penyampaian perintah dan informasi tetap harus dilakukan dengan secepat mungkin dan setepat mungin dalam rangka menghindari bahaya yang lebih jauh. Bentuk komunikasi lain selain suara juga dapat dengan menggunakan isyarat dan sandi yang sudah disepakati dan dipahami oleh setiap pelaku operasi.

Komunikasi vertical, sangat mempengaruhi jalannya operasi pemadaman kebakaran. Perintah yang diberikan kepada anggota di TKP, kadang-kadang kurang direspon dengan benar, sehingga akan terjadi salah persepsi. Pada saat IC mengeluarkan perintah baik itu terhadap anggota-anggota yang sedang memadamkan api, anggota-anggota yang sedang melakukan kombinasi dan anggota-anggota yang sedang melakukan pemompaan, kadang-kadang tidak menjawab. Saat itu, tentu saya bertanya, apakah yang tengah menyibukkan mereka, sehingga tidak menjawab panggilan, atau sulit untuk melaksanakan perintah yang berikan? Kadangkala kelelahan yang menghinggapi juga menyebabkan lambatnya respons terhadap instruksi-instruksi yang disampaikan. Hal-hal tersebut di atas merupakan hal buruk dalam kegiatan memimpin operasi pemadaman kebakaran
Namun demikian, dalam berkomunikasi di TKP, diperlukan juga komunikasi horizontal yang tidak formal. Bincang-bincang biasa saja. Kadang terdengar kalimat yang lucu-lucu dan segar, yang dikumandangkan via radio komunikasi oleh seluruh pasukan maupun komandan-komandan di TKP, sehingga seluruh pasukan tertawa di saat mereka melakukan cooling down.

(di inspirasi dari tulisan Bp. Fredy Aling, ex DAMKAR DKI Jakarta pada Majalah Media113 )

Mungkin Anda Menyukai