Catatan Bencana Alam BNPB Sepanjang 2018, Tsunami dan Gempa Sulteng Terparah (merdeka.com)

Merdeka.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah musibah atau bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2018.

Dalam catatannya, awal mula musibah atau bencana alam ini terjadi pada 23 Januari 2018. Saat itu telah terjadi Gempa di Lebak yang mengakibatkan 8.467 unit rumah rusak. Dari angka itu sebanyak 1.071 mengalami rusak berat, 2.271 mengalami rusak sedang dan 5.125 rusak ringan.

Lalu, pada 5 Febuari 2018 telah terjadi musibah longsor di Bogor. Longsor ini sendiri terjadi di empat titik yakni Ciawi, Cisarua, Cijeruk dan Babakan Madang. Atas musibah itu, enam orang meninggal dunia, 81 orang mengungsi dan sembilan unit rumah rusak.

“22 Febuari longsor di Brebes, 11 orang meninggal dunia, 7 orang hilang dan 4 orang mengalami luka,” kata Kepala BNPB Willem Rampangilei di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (19/12).

BNPB sempat tidak bekerja secara ekstra di bulan Maret 2018. Karena memang selama satu bulan penuh di bulan Maret, Indonesia tidak mengalami musibah bencana alam. Namun, pada bulan April 2018, Indonesia kembali didatangi musibah bencana alam yakni gempa yang terjadi di Banjarnegara.

Sebanyak 2.125 mengungsi, 2 orang meninggal dunia dan 27 orang mengalami luka berat maupun ringan. Atas musibah tersebut, sebanyak 465 unit rumah menjadi rusak. Diantaranya 144 rumah rusak berat, 125 rumah rusak sedang, 196 rumah rusak ringan dan 10 unit fasilitas rusak.

Selanjutnya, memasuki bulan Mei 2018. Indonesia kembali mendapatkan musibah bencana alam yakni erupsi gunung merapi yang mengakibatkan 1.900 orang mengungsi.

“Ada lagi banjir di Sulawesi Selatan, 18 ribu orang terdampak dengan rincian di Kabupaten Bone sebanyak 15 ribu dan di Luwu Timur ada 5 ribu. 3.040 hektar sawah terendam dengan rincian 3 ribu hektar sawah di Wajo, 20 hektar sawah di Luwu Timur dan 20 hektar di Bone,” jelasnya.

Kemudian, pada 13 Juni 2018 terjadi gempa di Sumenep yang mengakibatkan 25 unit rumah rusak ringan, 6 orang luka-luka dan 3 fasilitas peribadatan (2 rusak berat dan 1 rusak ringan), 2 fasilitas pendidikan (1 rusak berat dan 1 rusak ringan).

“15 Juni 2018 gempa di Sarmi, 3 orang luka-luka, 118 unit rumah rusak (86 unit rusak berat dan 32 unit rusak ringan),” sebutnya.

Selanjutnya, pada Juli 2018 terjadi gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengakibatkan sebanyak 564 orang meninggal dunia, 1.886 orang luka-luka, 11.510 orang mengungsi dan 149.715 unit rumah rusak. Di bulan Agustus 2018, Indonesia mengalami musibah bencana alam Kebakaran Hutan, Lahan (Karhutla) dan kekeringan.

Memasuki bulan September 2018, di Sulawesi Tengah mengalami musibah atau bencana gempa yang menewaskan 2.101 orang, 1.373 orang hilang, 4.438 orang luka-luka dan 221.450 orang mengungsi. Sebanyak 68.451 unit rumah dan 595 unit fasilitas rusak.

“Sebanyak 327 unit fasilitas pendidikan, 3 unit fasilitas kesehatan dan 265 unit fasilitas sekolah,” ucapnya.

Meskipun sudah diguncang gempa pada 13 Juni 2018, ternyata Sumenep mengalami musibah gempa lagi yang terjadi pada 11 Oktober 2018. Pada saat itu, gempa menewaskan 3 orang, 36 orang luka-luka, 552 unit rumah rusak dan 11 unit fasilitas rusak.

Hanya beda sehari, BNPB kembali disibukkan dengan adanya banjir di Mandailing Natal pada 12 Oktober 2018, yang menewaskan 17 orang, 500 orang mengungsi. Karena 41 unit rumah rusak dan 3 unit fasilitas umum juga rusak berat.

Sebulan menangani musibah banjir, BNPB kembali dihadapi dengan musibah longsor yang terjadi di Nias Selatan, pada 10 November 2018, yang mengakibatkan 7 orang tertimbun. Lalu, pada 12 November 2018, kembali terjadi longsor di Nagakeo, NTT. Sedikitnya ada 3 orang meninggal dunia, 2.125 orang mengungsi dan 5 unit rumah tertimbun.

“6 Desember 2018 puting beliung di Bogor, 1 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, 942 orang mengungsi dan 1.700 unit rumah rusak (400 unit rusak berat, 600 unit rusak sedang dan 700 unit rusak ringan),” terangnya.

Sepanjang tahun 2018, jika melihat catatan dari BNPB. Indonesia lebih sering dihadapi atau mengalami musibah gempa, longsor dan banjir. Meski begitu, Indonesia juga mengalami erupsi merapi di bulan Mei 2018, Karhutla dan kekeringan di bulan Agustus 2018.

Selain itu, daerah yang sering mengalami musibah atau bencana alam yakni Sumenep, Jawa Timur. Karena pada 13 Junu 2018 mengalami musibah gempa, lalu pada 11 Oktober 2018 juga mengalami musibah gempa.

Untuk daerah yang banyak memakan korban hingga meninggal dunia yakni di Sulawesi Tengah. Karena ketika gempa yang terjadi pada 28 September 2018, sebanyak 2.101 orang meninggal dunia, 1.373 orang hilang, 4.438 orang luka-luka dan 221.450 orang mengungsi. [ded]

disadur dari : merdeka.com

Mungkin Anda Menyukai